Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan


Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan – Salah satu buku yang sedang marak-maraknya dibaca oleh para remaja noveler saat ini adalah sebuah novel hasil karangan seorang penulis yang namanya cukup menarik perhatian di dua tahun terahir ini, yaitu Boy Candra. http://sinopsis-resensi.blogspot.com/

Sebuah usaha melupakan merupakan buku ketiga yang berhasil diterbitkan oleh Boy Candra setelah kesuksesannya mendapatkan best seller pada buku pertama dan keduanya yang masing-masing berjudul Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang, dan buku Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai. Dari ketiga buku ini memiliki persamaan dalam konsep penulisannya, yaitu konsep penulisan yang hanya terdiri dari 4 hingga 5 paragraf untuk tiap judul. Novel ini memilih gaya penulisan seperti sebuah jurnal perjalanan cinta si “Aku” yang merupakan tokoh utama dalam buku karangan Boy Candra tersebut.

Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan, Resensi buku Fiksi

Sebelum mengulas sinopsis buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan ini, ada baiknya saya mendiskripsikan identitas buku karya penulis Best Seller berjudul Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang tersebut. Adapun identitas buku fiksi Sebuah Usaha Melupakan adalah :

Judul : Sebuah Usaha Melupakan
Pengarang : Boy Candra
Penerbit : Mediakita
Genre : Romance
Ukuran buku : 13 x 19 cm

Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan

Buku ini bercerita tentang “Aku” yang sangat mencintai pasangannya, dia awalnya memuji dan mengelukan pasangannya dengan kata-kata manis, pujian, dan cinta, meski mereka berhubungan jarak jauh. Hubungan mereka manis, penuh janji dan harapan. Namun, ketika si “aku” dihianati oleh pasangannya akibat kehadiran orang ketiga, dia beralih menjadi pembenci, dan berkata kasar. “aku” yang tadinya sangat romantis, manis, penuh kata-kata pujian tentang bagaimana bahagianya dia menemukan pasangannya, beralih mengeluarkan kata-kata yang kasar, seperti “Kau bukan orang yang layak diperjuangkan sepenuh hati” atau “Waktu akan mengutukmu, hingga tak ada satu hal pun yang menjadi bahagia yang bersedia mengetuk dadamu”. 

Buku ini bercerita bagaimana si “aku” berjuang menyembuhkan luka akibat perpisahan tersebut hingga ahirnya si “aku” tersebut dapat menyembuhkan luka dengan jatuh cinta kembali, menemukan cinta yang baru. Kurang lebih seperti itulah isi dari Buku Boy Candra berjudul Sebuah Usaha Melupakan, semoga Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan ini bisa memberi sedikit gambaran mengenai isi novel fiksi tersebut. Kalau masih penasaran, silahkan langsung baca bukunya. 


Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan, Resensi Buku Fiksi

Oya, sedikit saya mau mengomentari mengenai karakter dan jalan cerita dalam Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan tersebut. Menurut penilaian saya pribadi, tokoh si “Aku” dalam buku tersebut merupakan contoh cowok pecundang. Macam cowok yang Cuma bisa ngomong tapi gak ada aksi. Sejenis cowo yang merasa sudah melakukan, memperjuangkan, dan mengusahakan cintanya seMAKSIMAL mungkin, padahal sebenarnya yang dia lakukan hanya bicara. Yang dia pikir adalah maksimal, sebenarnya hanya ada dalam pikirannya. Bukan seperti itu yang namanya berjuang maksimal, yang dilakukan oleh si “Aku” itu hanyalah Bacot! 

Saya paling sebel dengan karakter cowok kek gini, mikirnya udah ngelakuin segalanya, padahal yang dia lakuin itu Cuma ngomong dan Cuma untuk dirinya sendiri, dia gak melakukan itu untuk pasangannya. si ‘Aku’ menuliskan bagaimana rasa cintanya yang terlalu dalam, terkesan hanya kuat di kata-kata. Saya sudah meyakini kalau si ‘Aku’ akan gagal karena perempuan itu butuh cinta yang wajar. Perempuan memang suka kalimat manis namun perempuan punya kadar rasa manis yang diingininya. Dan apa yang dirasakan si ‘Aku’ yang begitu besar membuatnya lupa bagaimana membuat si perempuan bisa nyaman, senang dan bahagia. Katakan saja si ‘Aku’ sebagai pembual.


Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan Sinopsis Buku Boy Candra Sebuah Usaha Melupakan Reviewed by Yuki chan on December 01, 2016 Rating: 5

Press