Wednesday, 24 June 2015

Sinopsis Buku 100th Dragonfly

SinopsisSinopsis Buku 100th Dragonfly – sebuah novel berjudul 100th Dragonfly ini merupakan hadiah ulang tahun yang diberikan oleh kakak Iparku saat usiaku 20 tahun. Meskipun novel ini bercerita tentang murid sekolah (saat itu aku sudah kuliah) taka pa, yang namanya novel semuanya aku konsumsi, da ternyata ceritanya lumayan menarik, kocak dan cukup menghibur, setidaknya begitulah yang aku rasakan.

Oke, kita mulai dengan informasi bukunya, ini dia berikut informasi mengenai buku 100th Dragonflynya :
Sinopsis Buku 100th Dragonfly, cover depan novel

Judul             : 100th Dragonfly
Pengarang     : Ary Yulistiana
Tahun Terbit : 2004
Penerbit         : Lupa juga (maaf)

Selanjutnya silahkan teman-teman simak Sinopsis Buku 100th Dragonfly :

Kinanti merupakan siswi paling pintar di kelasnya, kelas 3 Jurusan IPSsalah satu sekolah swasta di Jakarta. Kinanti sangat menyukai capung, dan dia seorang kolektor serangga amatir. Hingga saatini Kinanti telah mengumpulkan sebanyak 96 capung yang diawetkan kemudia dia simpan dalam kotak kaca. Dikamarnya terdapat lemari khusus dia menyimpan koleksi capungnya, sepuluh rak horizontal dan sepuluh rak vertical, dia bertekad untuk mengisi semua rak yang kosong.

Setiap rak berisi satu capung (dalam kotak kaca) beserta selembaran riwayat capung koleksinya, misalnya seperti pada rak 21, disana terlihat tulisan “horee, dapat lagi satu dragon, no: 21. Warna : kuning bercampur merah. Kondisi ditemukan : sayap kiri sudah robek, ditemukan di dapur saat hendak sarapan, sempat rebutan dengan sibelang, tapi untunglah dragon berhasil di selamatkan” kira-kira seperti itulah yang tertulis pada tiap capung yang di milikinya.

semua capung miliknya di letakkan pada kotak kaca ukuran 10 x 10 cm kecuali capung yang di rak nomor 17, kotak kacanya berukuran agak besar karna itu merupakan pemberian dari Stave, sahabatnya di kelas. Stave adalah cowok terkeren di sekolah dan merupakan idola semua cewek dei sekolah, tapi Kinanti tidak pernah naksir padanya karna hati Kinanti telah terpaut pada seseorang.

Suatu hari, kinanti mendapatkan kiriman capung yang sangat indah dari Amsterdam, sebuah capung yang ke 99, sudah di awetkan disimpan rapi dalam kotak kacabercorak hijau. Capung tersebut di kirimkan oleh Daren White, seorang mahasiswa yang merupakan asisten seorang Profesor yang melakukan penelitian mengenai serangga.

Kinanti mengenal Daren White ialah ketika menonton sebuah acara pendidikan yang membahas mengenai serangga dan saat itu Daren White merupakan seorang narasumber yang diundang dalam acara live tersebut. Kinanti sangat kagus akan wawasan Daren mengenai serangga dan dia sangat senang mengetahui ada seseorang yang usianya masih muda namun sangat mencintai serangga. Ahirnya Kinanti memutuskan untuk mengirim e-mail ke acara tersebut dan meminta alamat e-mail Daren White. Tak di sangka e-mailnya dibalas dan dia mendapatkan alamat e-mail Daren.

Sejak saat itu Kinanti selalu bertukar e-mail dengan Daren dan lebih banyak membahas tentang capung. Diantara surat-surat mereka, tak disadari tumbuh cinta di antar keduanya. Hingga pada salah satu surat Daren mengatakan “Kinanti, aku dan professor berencana ke Indonesia. Profesor bilang di Indonesia ada banyak sekali serangga yang spesisnya hanya ada di situ. Mungkin minggu depan kami sudah berada di Jakarta dan langsung menuju Indonesia Timur untuk turun meneliti, dan aku akan membawakan Capung yang ke seratus untukmu”

Bukan main bahagianya Kinanti saat membaca surat Daren tersebut. Dia jadi tidak sabar untuk bertemu dengan Daren. Dia tak menyangka ahirnya bisa bertemu dengan orang yang selama ini dia cintai. Karna tak mampu menahan kesenangannya, dia menceritakan berita gembiranya pada Stave.

Ahirnya hari yang ditunggu tiba juga. Kinanti dari pagi hari sudah bangun dan siap-siap untuk menjemput di bandara. Dia menantikan capung ke seratusnya dan Daren belahan hatinya. Sesampainya di bandara, Kinanti duduk manis di ruang tunggu dengan sabar. 1 jam, 2 jam, hingga berjam-jam. Kinanti mulai resah dan merasa ada yang salah. Tidak lama kemudian berita tentang jatuhnya pesawat tersiar di televise, Kinanti menyimak daftar nama-nama korban yang tak selamat, dalam hati dia terus berdoa agar Darennya baik-baik saja, “korban ke 9 Daren White” Kinanti langsung lemas, air mata tak tertahankan langsung tumpah ruah membasahi pipinya. Dia harap ini hanyalah mimpi. Namun tiba-tiba, ditengah kesedihannya, disela isak tangisnya, di melihat seseorang orang yang berjalan ke arahnya sambil membawa kotak kaca bercorak hijau berisi kupu-kupu, dia mendekat.
“Steve?,,apa? Apa yang terjadi?” Kinanti tidak bisa mencerna apa yang terjadi. Kenapa Steve ada di bandara sambil membawa kotak capung seperti yang dijanjikan oleh Daren ?
“Kinanti, kuatlah. Daren sudah pergi. Sebagai gantinya Aku membawakanmu capung ke 100. Semoga ini bisa mengobati perasaanmu” ucap Steve ikut sedih melihat keadaan Kinanti.
Ahirnya Kinanti pulang ditemani oleh Steve. Meski hatinya masih sedih, tapi sekarang dia tau bahwa Steve selalu ada untuknya dan Steve selalu mencintainya selama ini.

Hm… walaupun cerita diatas sedih, tapi tetap berahir bahagia kok. Novel ini mimin rekomendasiin bangat untuk dibaca oleh teman-teman penggila buku, enak dibaca, penulisannya ringan dan mudah dimengerti, sangat cocok untuk usia sekolah atau yang masih berjiwa sekolah, kaya mimin, hahahah :D kekocakan duania IPS akan membuat pembaca tertawa dan mengingat kembali masa sekolah, membuatm rindu akan kelas SMA yang telah kita lewati.


So, ahir kata, tanks berat udah baca Sinopsis Buku 100th Dragonfly, mimin ucapin selamat membaca, untuk cerita apa saja. Semoga terhibur….