Tuesday, 13 June 2017

Sinopsis Kisah Islami “Khadijah Istri Rasulullah Muhammad saw.”

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh… Masih dengan tema 4 wanita dijamin Surga, hari ini giliran Khadijah binti Khuwailid yang akan mimin angkat kisahnya. Semoga kisah tentang Asiyah Istri Fir’aun dan Kisah Maryam Ibunda nabi Isa a.s yang sebelumnya yang telah mimin sampaikan sudah dibaca dan menginspirasi serta menambah keimanan kita kepada sang Khalik, Allahumma amin. http://sinopsis-resensi.blogspot.com/

Sinopsis Kisah Islami “Khadijah Istri Rasulullah Muhammad saw.”Seperti yang telah mimin sampaikan pada postingan sebelumnya, bahwa terdapat sebuah riwayat yang disampaikan oleh Hakim dan Muslim yang berbunyi:
“Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulallah SAW, Khadijah binti Khawailid dan Asiyah.” (HR. Hakim dan Muslim). 
Dari ke 4 wanita yang dijamin Surga tersebut sebaiknya kita ketahui kisah serta kepribadian mereka agar bisa kita teladani, karena mereka adalah sebaik-baik contoh bagi para muslimah. Sebelumnya sudah dua orang yang kita angkat kisah nya, yaitu Maryam binti Imran dan kisah Asiyah Istri Fir’aun, kini insya Allah kita akan mengangkat kisah Ummul Mukminin, Ibunda kita semua, wanita termulia, wanita ahli surga, yaitu Istri Nabi Muhammad, Khadijah binti Khuwailid.

Sinopsis Kisah Islami “Khadijah Istri Rasulullah Muhammad saw.”, kisah nyata, khadijah, wanita penghuni surga

Sinopsis Kisah Islami “Khadijah Istri Rasulullah Muhammad saw.” – Khadijah merupakan Istri pertama Nabi Muhammada s.a.w. sekaligus wanita pertama yang memeluk Islam dan beriman bahwa Muhammad adalah utusan Allah tanpa keraguan sedikitpun.
“Khadijah adalah aroma samawi. Dialah yang akan memeluk utusan terahir, manusia paling kamil, dengan pelukan tangannya yang hangat, penuh kasing sayang” (Sibel Eraslan dalam buku Khadijah: ketika rahasia Mim tersingkap) 
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang Putri Mekkah, dia adalah turunan dari keturunan nabi Ismail a.s. yang merupakan pemimpin dan pemiliki tanah Mekkah. Sebagai seorang putri, Khadijah bergelimang harta dan dikelilingi oleh pelayan-pelayan, namun hal itu tidak menjadikan Khadijah menjadi anak yang manja. Justru khadijah memiliki pribadi yang mandiri, pintar, pemberani, dan sangat murah hati. Semua orang sangat mengagumi pribadi Putri Mekkah tersebut.
“Dialah istri, rumah, dan tempat berteduh baginda Nabi. Khadijah berarti uluran tangan, adalah belaian dan uluran kepedulian. Khadijah adalah kerja keras, sabar cinta dan usaha. Khadijah adalah Surga yang dijadikan Allah di dunia bagi kekasih-Nya” (disadur dari Novel Islami berjudul Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap).
Berawal dari Muhammad muda yang berusia 25 tahun, yang mengajukan diri sebagai khalifah dagang bagi Tuan Putri Mekkah, Khadijah. Muhammad yang terkenal akan kebaikan dan ketulusannya tentu saja langsung dipercaya dan ditugaskan untuk menjadi khalifah dagang, selain itu, karena hubungan kekerabatan yang juga mereka miliki, membuat Khadijah tanpa pikir panjang untuk memberikan tanggung jawab besar tersebut kepada Muhammad muda.

Kisah perjalanan Muhammad menjadi Khalifah inilah yang membuat Khadijah diam-diam menaruh kekaguman padanya. Diantara semua rombongan, Muhammad selalu terlihat bercahaya, tubuhnya memancarkan cahaya, selain itu selalu ada awan yang memayungi tubuh beliau sehingga terik matahari tidak menyiksanya.
Sinopsis Kisah Islami “Khadijah Istri Rasulullah Muhammad saw.”, Kisah Islami, kisah nyata, Khadijah, Istri Rasulullah

Khadijah sangat terpukau akan pemuda tersebut, oleh ketulusannya, sikapnya yang penuh sopan santun, dan bagaimana alam selalu menyertai langkahnya. Itulah awal mula pertemuan mereka hingga ahirnya Khadijah dan Muhammad Menikah pada usia 40 tahun dan Muhammad 25 tahun, dengan mahar 20 ekor unta betina (Sirah Ibnu Hisyam 1/236. 2/26).

Khadijah adalah sosok istri yang sempurna, dia selalu mendampingi dan mendukung suaminya dalam segala hal, termasuk dalam berdakwah, seluruh harta kekayaannya dia gunakan untuk membantu suaminya, dengan keikhlasan dan ketulusan. Ketaatan dan kesetiaannya pada suami menjadikannya wanita yang mulia, saking mulianya, bahkan Allah dan Malaikat Jibril pernah menyampaikan salam untuknya melalui Rasulullah.
"Malaikat Jibril berkata: “Wahai Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam, Ini Khadijah telah datang. Bersamanya sebuah bejana yang berisi lauk, makanan dan minuman. Jika dirinya sampai, katakan padanya bahwa Rabbnya dan diriku mengucapkan salam untuknya. Dan kabarkan pula bahwa untuknya rumah disurga dari emas yang nyaman tidak bising dan merasa capai” (HR Bukhari no: 3820. Muslim no: 2432).
Beberapa keutamaan Khadijah:

  1. Darinya Nabi Muhammad mendapatkan keturunan. Hanya dua Istri Nabi yang memberikan keturunan, yaitu Khadijah dan Maria Al-Qibtiya. Maria, melahirkan putra bernama Ibrahim, tapi meninggal dimasa kecil. Sedang dari Khadijah, Nabi Muhammad mendapatkan dua putra dan empat putri. Dua putranya meninggal di masa kecil. Hingga yang tersisa hanya 4 putrinya dari Khadijah, keempat putrid tersebut bernama Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Setelah dewasa Zainab menikah dengan Abu’Aas bin Rabi’ah, putrinya Ruqayyah menjadi istrinya Utsman bin Affan yang merupakan sahabat Rasulullah, dan Ummu Kultsum juga merupakan Istri Utsman bin Affan setelah Ruqayyah meninggal dunia. Dan Putri bungsunya sekaligus putrid kesayangan Rasulullah menikah dengan Ali bin Abi Thalib yang juga merupakan sahabat Rasulullah.
  2. Nabi Muhammad sangat mencintai Khadijah bahkan setelah sepeninggal beliau Seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim: “Saya tidak pernah merasa cemburu kepada para istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang lain kecuali kepada Khadijah, meskipun ia tidak hidup semasa dengan saya. Pernah, pada suatu hari, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyembelih seekor kambing, beliau berkata: 'Berikanlah sebagian daging kambing kepada teman-teman Khadijah! ' maka saya marah kepada Rasulullah sambil berkata; Khadijah?" Lalu beliau menjawab: "Sesungguhnya aku benar-benar telah dianugerahi cinta Khadijah." (Muslim No.4464). Dalam hadist yang lain pun diriwayatkan bahwa: “dari ['Urwah] dari ['Aisyah] dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah menikah lagi dengan wanita lain untuk memadu khadijah, kecuali setelah Khadijah meninggal dunia” (Muslim: 4466).
  3. Nabi Muhammad sangat menghargai kesetiaan Khadijah, seperti dalam hadist riwayat Ahmad berikut: “Dia (Khadijah) beriman kepadaku disaat orang-orang mengingkari. Ia membenarkanku disaat orang mendustakan. Dan ia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tiada mau” (HR. Ahmad, Al-Isti’ab karya Ibnu Abdil Ba’ar).
Sinopsis Kisah Islami “Khadijah Istri Rasulullah Muhammad saw.”, wanita penghuni surga, Istri Nabi Muhammad, Khadijah

Seperti itulah sosok Khadijah, Putri Mekkah, Istri Rasulullah, Wanita Ahli Surga, Khadijah binti Khuwailid. Sepatutnya Khadijah menjadi contoh dan teladan bagi kita semua. Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau. Amin.

Sekian Sinopsis Kisah Islami “Khadijah Istri Rasulullah Muhammad saw.” Semoga bermanfaat.