Saturday, 25 July 2015

Sinopsis Film City Of Ember

Sinopsis Film City Of Ember – sebuah Film fantasi yang dikemas dengan bertema Arsitektur dan teknologi tinggi  ini sangat menarik untuk ditonton, terutama bagi anak-anak atau remaja yang sangat antusias terhadap teknologi dan memiliki jiwa petualangan.

Sebelum masuk ke Sinopsis film City Of Ember tentu saja seperti biasa mimin akan menyertakan data-data mengenai Film City Of Ember tersebut, ini dia :

Judul Film : City Of Ember
Sinopsis, Resensi Film City Of Ember, Film Barat
Genre : Adventure, Fantasi,
Tema : Teknologi
Tahun Rilis : 2008

Sinopsis Film City Of Ember :

Ember adalah sebuah nama kota yang terletak dibawah tanah. kotaEmber diciptakan dan didesain oleh para Arsitek, Ilmuwan dan para Profesor untuk melindungi generasi penerus ketika dunia menuju awal kehancuran.  Melihat tanda-tanda kehancuran dunia, maka para orang genius ini mendirikan kota di bawah tanah dengan modal makanan dan minuman kemasan serta sebuah generator yang sangat besar.

Para pendiri kota Ember tersebut menyimpan sebuah instruksi jalan keluar dari kota Ember dalam sebuah kotak yang kemudian diberikan kepada walikota yang menjabat di kota Ember. Namun kotak tersebut di setting dengan pengaman tingkat tinggi sehingga hanya bias dibuka setelah 200 tahun kemudia sejak kotak tersebut dikunci, waktu set tersebut diharapkan Bumi sudah kembali aman dan layak untuk ditinggali oleh manusia. Tidak ada yang berani menjamin bahwa 200 tahun kemudia Bumi telah siap dihuni kembali, itu hanyalah sebuah harapan para pendiri kota Ember.

Dari tahun-ketahun kotatersebut terus berpindah tangan dari Walikota yang satu ke Walikota yang berikutnya. Semakin lama waktu berlalu, walikota- tersebut menerima warisan kotak tersebut tanpa tahu seberapa besar tanggung jawab yang mereka emban, hingga tahun-tahun berikutnya kotak tersebut terlupakan.

Warga kota Ember yang sudah terbiasa hidup di kota bawah tanah tersebut sangat ketergantungan terhadap listrik yang dihasilkan oleh Generator, namun kota Ember yang sudah berusia 200 tahun sudah tidak mampu menyokong kehidupan para warga kota lagi. Generator yang sudah rusak parah karena usia, sering mengakibatkan listrik mati dan warga kota Ember mulai kwatir dengan keadaan kota yang semakin meresahkan.

Warga kota Ember yang telah terbiasa hidup dengan bantuan listrik rasanya tidak sanggup dalam kegelapan bila generator benar-benar mati total.

Lina dan Doon adalah remaja yang sangat menghawatirkan keadaan kota dan sangat ketakutan bila listrik kembali mati hingga menyisakan kegelapan. Lina dan Doon berusaha mencari tahu jalan keluar dari kota Ember untuk menemukan harapan baru demi kehidupan yang lebih baik.

Lina yang masih merupakan keturunan dari salah satu walikota yang pernah menjabat di kota Ember, memiliki sebuah kotak yang merupakan warisan dari para pendiri kota Ember tersebut. Lina dan Doon menyelidiki tentang isi kotak tersebut dan berhasil menemukan jalan keluar dari kota Ember dengan mengikuti instruksi-instruksi yang tertulis dalam kotak tersebut, yaitu melalui saluran air menggunakan boat yang telah disiapkan oleh para pendiri kota bawah tanah itu.

Sesampainya didunia luar, di permukaan bumi, Lina sangat kecewa karna yang ditemuinya hanyalah kegelapan, sama seperti di kota Ember saat generator padam. Lina mengutip kalimat dalam buku sejarah kota Ember “tidak ada apa-apa diluar sana selain kegelapan. Terberkatilah kota Ember yang memiliki generator dengan listrik tanpa batas”

Dengan perasaan kecewa, Lina dan Doon serta aniknya Poopy tertidur. Namun tidak lama kemudia mereka terbangun oleh cahaya yang sangatindah dan menghangakan dari sebelah timur, cahaya telah terbit di balik bukit. Lina dan Doon sangat bahagia dan kembali memiliki harapan.


Lina berusaha memberi tau warga kota tentang dunia luar dan cara keluarnya, maka mengikatkan kertas instruksi jalan keluar dari para pendiri pada sebuah batu dan melemparkannya kedalam terowongan dimana terdapat bintik-bintik cahaya yang diyakininya adalah kota Ember. Kini harapan seluruh warga kota tersebut tergantung pada takdir batu yang dilemparkannya itu.